Kencana emas mengacu dengan benda yang disebut dengan kereta. Kereta kencana emas secara filosofi bermakna sistem hidup yang bagus yang mengantarkan manusia sampai ke sempurnaan

Thursday, April 20, 2006

Ajaran asli majusi

Sering kali kita mendengar kaum majusi adalah penyembah api, padahal sebenarnya nabi zoroaster sendiri mengajarkan keesaan Tuhan. Yah memang setelah beliau wafat banyak penyimpangan dalam ajarannya. Berikut petikan beberapa ayat dalam kitab suci asli nabi zoroaster:

“Inilah yang aku tanyakan , Ahura, katakanlah padaku dengan sebenarnya
Siapakah Sang Pencipta Agung yang mendapatkan tempat pada orang orang yang tulus?
Siapakah Bapak pertama dari Hukum Abadi?
Dzat apa yang meletakkan jalannya matahari dan bintang-bintang?
Siapakah penyebab bulan bersinar dan memudar setiap waktu?
Segalanya ini dan seterusnya akan aku tanyakan, wahai Tuhanku
Inilah yang aku tanyakan Ahura, katakan padaku dengan sesungguhnya:
Siapakah yang berkenan memisahkan bumi dan langit?
Siapakah yang akan menjaga air dan tanaman di tempatnya?
Siapakah yang meniupkan angin ke arah yang tak terduga?
Siapakah yang mengembangkan awan gelap yang membawa air hujan dari kejauhan.
Dan siapakah yang mengilhami kecintaan kepada fikiran kebajikan?
Inilah yang aku tanyakan, Ahura, katakan padaku dengan sesungguhnya:
Arsitek manakah yang membangun kerajaan cahaya
Dan juga kerajaan kegelapan? Siapakah yang dengan bijak merencanakan,
Untuk kita baik untuk tidur dan berjalan—beristirahat dan bekerja?
Siapakah yang telah menciptakan fajar siang dan malam,
Yang mengajarkan dengan bijak tujuan seluruh kehidupan?”
(Gathas, Yasna 44: 3-5)

Kemudian sari pati agama majusi adalah berserah diri:


“Inilah yang aku tanyakan, Ahura, katakan padaku dengan sesungguhnya:
Bagaimanakah membaktikan seluruh pribadiku kepada Mu
Dalam kebaktian suci yang kulakukan dengan segala dayaku?
Ini adalah agama kebijaksanaan yang telah diajarkan kepadaku.
Para Pengabdi Mu yang tersayang akan menetap bersama Mu
Kuat dalam pengabdian, cinta sesamanya dan kebenaran”.
(Gathas, Yasna 44 : 9)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home